Tag Archives: kesetaraan gender

RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) Bertentangan dengan Islam, Berbahaya dan Merusak

Standard

[Al-Islam 602]

Saat ini di DPR sedang kencang dibahas RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) yang diusulkan pemerintah. Sejak awal RUU KKG itu menuai protes, penentangan dan penolakan dari berbagai elemen termasuk ormas-ormas muslimah. RUU KKG itu dinilai bertentangan dengan Islam, berbahaya dan merusak bagi masyarakat. Read the rest of this entry

Advertisements

Bahaya Propaganda Pertukaran Peran *

Standard

Oleh : Shinta Rini

Gagasan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) atau lebih populer dengan pertukaran peran antara suami dan istri, mulai meningkat di masyarakat Indonesia, khususnya perempuan. Berangkat dari fakta di masyarakat, dimana 1300 perempuan kepala keluarga di Jawa Barat (Harian Pikiran Rakyat, 27/11/08) dan 973 perempuan kepala keluarga di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (republika.co.id, 5/3/12) menjadi tulang punggung keluarganya.

Read the rest of this entry

Wanita di Persimpangan Jalan: Kepala Rumah Tangga Perempuan atau Ibu Rumah Tangga

Standard

 

Oleh. Dra. Rahma Qomariyah, M.Pd.I

(Anggota DPP Muslimah HTI dan Ketua Lajnah Tsaqofiyah Muslimah HTI Pusat)

Pengantar

Pada tahun 1928 saat kongres pemuda para wanita juga ikut sehingga sumpah pemuda diucapkan oleh pemuda dan pemudi. Semangat perjuangan ini terus berkobar di kalangan organisasi perempuan, sehingga mereka mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Kongres Perempuan Indonesia (KPI) di Yokyakarta tersebut merupakan tonggak awal pergerakan modern kaum perempuan di Indonesia. Hasil dari Kongres Perempuan Indonesia I adalah dua hal yang sanpat penting dilakukan oleh perempuan Indonesia yaitu: meningkatkan harkat perempuan, dan ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Disamping itu kongres ini melahirkan organisasi perempuan yaitu Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) .

Inilah puncak perjuangan wanita, dengan terselenggaranya kongres perempuan pertama tanggal 22 Desember 1928. Dan merupakan wujud peran serta perempuan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan. Karenanya tanggal 22 desember diperingati sebagai hari Ibu.

Read the rest of this entry

Ketemu Pasangan yang (diduga) Sesama Jenis

Standard

(oleh Rizki D. Muhajar; Logan, Utah, AS)

Hari ini seperti biasa, saya dan sikecil mengantarkan bekal makan siang suami kekampus. Saat di bis, saya cukup terkaget-kaget melihat sepasang perempuan yang (menurut saya)bertingkah tidak biasa. Tapi saya tidak mau berfikir macam-macam, istilahnya mah berburuk sangka, meski beberapa mata di depan saya memandang aneh, dan kedua orang ini bertingkah tidak terlalu wajar. Perawakan perempuan yang satu tinggi besar,suaranyapun terdengar gagah,bagaimana tidak,kebetulan mereka duduk persis disebelah saya. Perempuan yang satunya lagi berperawakan kecil mungil, seperti sosok yang terlindungi dan terlihat lemah.

Read the rest of this entry

Benarkah Kartini Mengajarkan Emansipasi ?

Standard

Sejak dulu wanita dijajah pria! barangkali penggalan bait lagu ini membuat kita bertanya-tanya, mengapa wanita merasa terjajah oleh kaum pria. Jika kita coba telusuri, sejak kira-kira tahun 200 Sebeum Masehi, nasib makhluk bernama wanita ini sungguh malang . Kaum laki-laki di berbagai belahan bumi meletakkan posisi wanita pada derajat yang rendah. Mereka dipaksa hidup di bawah keganasan laki-laki, sampai-sampai tidak ada batas bagi seorang suami dalam memperlakukan istrinya.

Pada sebagian bangsa Yahudi, seorang bapak diperbolehkan menjual anak perempuannya. Di Eropa, perempuan dipaksa menikah dengan lebih satu laki-laki (poliandri). Di Jazirah Arab, lahirnya bayi perempuan adalah kehinaan bagi keluarganya sehingga layak dikubur hidup-hidup. Di Mesir dan Persia , perlakuan terhadap perempuan tak kalah sadisnya.

Read the rest of this entry

Dampak RUU Gender: Cetak Perempuan Durhaka & Istri Pembangkang

Standard

Muslimahzone.com

          Mau tahu apa dampak jika Rancangan Undang-undang  Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUU KKG) ini diberlakukan? Simaklah penjelasan berikut ini.

          Suatu ketika, orang Muslim yang menerapkan hukum waris Islam membagi harta waris dengan pola 2:1 untuk laki-laki dan perempuan akan bisa dijatuhi hukuman pidana, karena melakukan diskriminasi gender. Jika ada orang tua menolak mengawinkan anak perempuannya dengan laki-laki beragama lain, bisa-bisa si orang tua akan dijatuhi hukuman pula.

          Kemudian, kelompok pengiat gender menggugat: Tidaklah adil jika laki-laki boleh poligami, sedangkan wanita tidak boleh poliandri. Bagi mereka, adalah tidak adil, jika istri keluar rumah harus se-izin suami, sedangkan suami boleh keluar rumah tanpa izin istri.

          Apalagi pejuang gender lagi-lagi menggugat, adalah tidak adil jika laki-laki dalam shalatnya harus ditempatkan di shaf terdepan, sedangkan perempuan ditempatkan paling belakang. Atau jika laki-laki boleh menjadi imam dan mengumandangkan azan, kenapa perempuan tidak.

Read the rest of this entry