Author Archives: Shinta Rini Priyadi

About Shinta Rini Priyadi

“Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang yang dikatakan asing.” (HR. Muslim)

Jual souvenir Asli Korea Selatan

Standard

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Alhamdulillah, setelah beberapa kali membantu teman yang memiliki bisnis souvenir Korea akhirnya saya mencoba menjual sendiri souvenir Korea untuk wilayah penjualan di Korea Selatan dan Indonesia. Alhamdulillah minat dan antusias teman-teman saya sangat besar. Banyak yang langsung berminat menjadi reseller dan bilang kalau harga yang saya tawarkan sangat murah sekali. Alhamdulillah, saya memang ingin menjual dengan harga yang terjangkau karena memang dari Korea sendiri harganya sudah sangat mahal hehe. Barang yang saya jual sudah saya cek kualitasnya, jadi in shaa Allah dipilihkan yang bagus dan berkualitas ya supaya tidak mengecewakan. 

 

Buat sahabat blogger yang berminat beli bisa langsung kirim pesan via Inbox ya. Silahkan kunjungi : Saranghae online Shop. Selamat cuci mata dan dipilih-pilih mana yang disukai ya hehe.. ^_^ Read the rest of this entry

Advertisements

Undangan Kajian Online Mutiara : “Bersahabat dengan Anak”

Standard

pamflet PU feb

Assalammualaykum warohmatullah wabrakatuh

Anak adalah amanah yang di berikan Allah SWT kepada orangtua yang harus dijaga kefitrahanannya untuk menjadi manusia yang memiliki nilai hidup yang bermakna yaitu manusia yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia, anak juga merupakan aset bagi orang tua. Di tangan orang tualah anak-anak tumbuh dan menemukan jati dirinya masing-masing. Anak merupakan pondasi yang mendasar dalam terbentuknya generasi unggul dalam masyarakat.

Generasi unggul yang diharapkan orang tua tidak akan tumbuh dengan sendirinya. Lingkungan yang subur di sekitar anak termasuk orang tua sebagai pendidik pertama dan utama, masyarakat dan sekolah harus selalu menciptakan agar potensi yang dimiliki anak dapat tumbuh secara optimal sehingga menjadi lebih sehat, cerdas, dan berprilaku baik sesuai dengan norma-norma agama dan norma-norma kemasyarakatan. Orang tua selain bertanggung jawab dalam pendidikan yang kondusif dari lingkungan masyarakat dan sekolah juga sebagai sahabat bagi anak. Read the rest of this entry

Rumah kedua saya

Standard

blog

Wah udah lama sekali saya tidak menulis postingan di wordpress Rumah Shinta Zahaf.  Setelah saya melahirkan anak saya “Hafidz Hyeon Mujtahid Zahaf” tanggal 3 September 2012 lalu, saya jadi jarang posting tulisan disini. Sebenarnya saya tidak benar-benar berhenti menulis. Saya masih menulis tulisan ringan berbentuk chicken soup seputar keseharian saya dan anak-anak saya. Serta tulisan seputar dakwah saya dan suami di Korea Selatan. Saya memang tidak punya waktu sebanyak dulu, karena harus mengurus rumah dan  keluarga yang benar-benar membutuhkan perhatian saya. Oh ya perkenalkan rumah kedua saya di  http://buahatikusurgaku.blogspot.kr/ . Ini adalah blog khusus yang nantinya akan banyak berisi pengalaman saya mendidik anak-anak saya secara Islam di Korea Selatan serta pengalaman kegiatan saya selama di Korea beserta teman-teman saya. Nantinya blog ini tetap akan saya kelola, namun tidak bisa sesering dulu. Rencananya blog ini akan saya hadiahkan buat suami saya tercinta supaya makin rajin menulis hehe. Saya ucapkan terimakasih pada teman-teman setia yang sering berkunjung ke rumah saya ini. Saya tunggu silahturahmi temen-temen semua di  Blog Buah Hatiku, Surgaku ya..^_^

Kewajiban Menerima Khabar Wahid atas Kesaksian Hilal dari seorang Muslim yang Adil

Standard

Oleh : Riyan Zahaf

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

alhamdulillahi rabbil-alamin, wa sholatu wa salam al an-nabii (shalallaahu ‘alaihi wa salam)
amma ba’du:

رح5] ــــ وَعَنْ ابْن عُمَرَرضي اللَّهُ عنهما قال: “تراءَى النّاسُ الهلال فأَخبَرتُ النّبيَّ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم أَنِّي رأَيْتُهُ فصامَ وأَمَرَ النّاس بصيامِهِ” رواهُ أبو داود وصحّحه ابنُ حبّان والحاكم.

Hadits ke-5

Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu berkata: Orang-orang melihat bulan sabit, lalu aku beritahukan kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bahwa aku benar-benar telah melihatnya. Lalu beliau berpuasa dan menyuruh orang-orang agar berpuasa. Riwayat Abu Dawud. Hadits shahih menurut Hakim dan Ibnu Hibban.

Read the rest of this entry

Cicip Ramadhan di Negeri Orang

Standard

Oleh : Hikari Inqilabi

 

“Setiap amal kebaikan untuk anak Adam akan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. ALLAH SWT berfirman: “Kecuali puasa. Karena ia milik-Ku, dan Aku akan membalasnya. Dia (anak Adam) meninggalkan syahwat dan makanannya karena-Ku.” [HR. Muslim]

Puasa atau shaum memang merupakan ibadah paling unik dari yang lain. Sebab saat ia dijalankan, urusannya benar-benar langsung dengan ALLAH. Aktivitas yang tidak bisa dilihat dan disadari secara zhohir oleh orang lain pelaksanaannya (sebelum kita bertanya atau dijelaskan). Maka, mari tersenyum karena saat ini kita semua sedang ada di bulan yang paling dimuliakan ALLAH. Bahagiakah? Nakereba narimasen! Harus itu! Sebab banyak sekali keutamaan yang dijanjikan di bulan Ramadhan ini. Bayangkan saja. Sahur dan tidurnya orang berpuasa saja ada hitungannya di sisi ALLAH. Pintu-pintu surga dibuka selebar-lebarnya, pintu neraka ditutup serapat-rapatnya, dan setan-setan dibelenggu. Dan Rasulullah saw. bersabda: “Seandainya para hamba mengetahui apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, niscaya mereka akan mengharapkan agar bulan Ramadhan terjadi sepanjang tahun.” [HR. Thabrani].

Read the rest of this entry

Keluarga Sakinah, Keluarga Dambaan

Standard

Oleh : Zulia Ilmawati

Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Ungkapan ini sering terdengar seiring dengan musim orang menikah. Seakan sudah menjadi kalimat pakem yang harus diucapkan saat menghadiri kondangan dan menyalami sang mempelai. Lantas apa maksud dari ungkapan tersebut ?

Read the rest of this entry