Hari orang tua (어버이날) di Korea Selatan

Standard

Hari Orang tua (어버이날) di Korea Selatan

Oleh : Shinta Rini 

8 Mei di Korea Selatan merupakan hari yang special bagi warganya karena setiap tahun mereka akan merayakannya bersama keluarganya.  Hari orang tua atau yang lebih populer dengan istilah ” 어버이날 ” (baca : oboinal) . 어버이 날  ini adalah kepanjangan dari “어 : 어머니” (baca: omoni, ibu) dan “버 : 아버지” (baca: aboji, ayah).

Biasanya mereka akan memberikan anyelir (carnation) berwarna merah dan pink sebagai simbol rasa sayang terhadap orang tuanya. Meski special, hari ini tidak dijadikan hari libur nasional sebagaimana hari Anak ” 어린이날 ” (baca : orininal, Hari Anak) setiap tanggal 5 Mei.

Kebiasaan di Korea Selatan pada saat hari  “어버이날  “, umumnya anak-anak akan memberikan hadiah berupa rangkaian bunga carnation, hadiah kesukaan ibu ayah, memberikan cake bertemakan bunga  carnation, memberikan kartu ucapan, mengajak ke salon dan supermarket, serta mengadakan perayaan seperti ulang tahun. Beberapa anak juga membebaskan orang tuanya dari pekerjaan rutin sehari-hari dengan membantu mereka membersihkan rumah, memasak,  dan melayani / memanjakan segala keperluan mereka dalam satu hari penuh tersebut.

Berawal dari Anna Jarvis

Bunga anyelir ( carnation ) menjadi simbol penghormatan bagi para ibu berawal dari upaya Anna Jarvis, seorang ibu rumah tangga di Appalachia, Amerika Serikat. Ia berusaha meningkatkan kesadaraan para ibu rumah tangga akan kesehatan di lingkungan mereka. Setelah Anna Jarvis meninggal, anaknya yang juga bernama Anna meneruskan kampanye ini. Tahun 1908, Anna membagikan bunga anyelir, bunga kesukaan ibunya, kepada para peserta kampanye yang dilakukan untuk mengenang perjuangan ibunya.

Kebiasaan itu terus berlanjut hingga kini. Bukan cuma di Amerika Serikat. Kebiasaan menyematkan bunga anyelir di pakaian untuk merayakan Hari Ibu (mother day’s) juga dilakukan di beberapa negara seperti Afrika Selatan, Australia, dan Kanada. Di Korea Selatan, bunga anyelir berwarna merah dan pink menjadi simbol rasa sayang terhadap orang tua, di Hari Orang Tua, setiap tanggal 8 Mei.

Selain Hari Ibu, bunga anyelir (carnation) juga diberikan saat hari Valentine. Bunga Anyelir merah dilambangkan sebagai persahabatan dan kekaguman. Anyelir putih dilambangkan sebagi raca cinta yang sangat dalam. Anyelir kuning  dilambangkan sebagai penolakan.

Beda Warna, Beda Makna

Bunga  beraroma cengkeh ini mempunyai banyak makna yang berbeda di setiap warnanya.  Bunya anyelir merah cerah mengekspresikan kekaguman. Sedangkan anyelir merah tua melambangkan perasaan sayang yang mendalam. Bunga anyelir putih melambangkan rasa sayang, kedamaian, keberuntungan, dan kesucian. Sedangkan bunga anyelir pink memiliki makna bahwa seseorang selalu mengenang si penerima bunga di hati dan pikirannya.

Biasanya, orang-orang menyematkan bunga anyelir berwarna putih untuk mengenang sekaligus menghormati ibu yang sudah meninggal dunia. Sedangkan warna merah dan pink, dijadikan simbol untuk menunjukkan rasa sayang kepada ibu yang masih hidup.

Tahukah Kamu?

1. Anyelir atau dalam bahasa Inggris disebut carnations memiliki nama sains “Dianthus”. Kata tersebut diambil dari bahasa Yunani, yaitu “Dios” atau Dewa Zeus, dan “anthos” yang berarti bunga.

2. Bunga anyelir ungu biasanya mewarnai upacara kematian di Perancis. Bunga ini melambangkan penghormatan bagi seseorang yang telah meninggal dunia.

3.    Di Austria dan Italia, bunga anyelir merah menjadi simbol pergerakan kaum buruh.

 

Bolehkan kita (muslim) ikut-ikutan merayakan  (어버이날) ?

 Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban seorang anak dalam Islam. Banyak ayat al Qur’an yang memerintahkan agar setiap anak berbakti kepada orang tuanya.

 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (TQ.S Al Israa’, 17:23)

 Tidak boleh ada kata kotor, kasar, atau kata apapun yang bisa menyakiti orang tua, atau bahkan memandangnya dengan sikap rendah atau kebencian. Menghormati orang tua merupakan sebuah bentuk ibadah dengan tujuan untuk mencari kerihoan Allah SWT.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala melanjutkan ayat ini dengan mengingatkan kita bahwa orang tua harus mendapat perlakuan baik mengingat mereka telah memelihara, mendidik, dan mengajarkan kita berbagai hal dengan sebaik-baiknya, dengan penuh kasih-sayang, dan melakukan berbagai pengorbanan demi anak-anaknya.

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (TQS Al Israa’, 17:24)

Cinta dan rahmat yang berasal dari Allah Yang Maha Pemurah sebagian besar terwujud dalam bentuk perawatan & pemeliharaan yang dilakukan orang tua terhadap anak-anak mereka. Dengan tegas Allah melarang meperlakukan buruk orang tua.  Dalam ayat lain dalam al Quran, Dia memerintahkan kita untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada-Nya (Allah), sebagai Pencipta kita, serta berterimakasih kepada orang tua kita. Sekali lagi, Allah dengan tegas menyampaikan alasan mengapa berbakti kepada orang tua sangat penting.

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (TQS Luqman, 31:14).

Orang tua merawat dan mengasuh anak-anakmya hampir sepanjang hidup mereka, dan pada satu titik tertentu tugas tersebut akan berbalik, orang tua menjadi tua dan lemah sehingga membutuhkan perawatan dan pememeliharaan untuk dirinya. Dan anak-anaknyalah yang wajib melakukannya sebagai bentuk ketaatan kepada perintah-Nya dan hanya mengharapkan pahala-Nya.

Untuk menunjukkan rasa berbakti kita terhadap orang tua kita, maka kita tidak membutuhkan satu hari khusus atau perayaan khusus seperti perayaan Hari Orang Tua  (어버이날) di Korea Selatan. Sebab kita diwajibkan berbakti kepada orang tua kita sepanjang hidup dan waktu kita di dunia, baik ketika orang tua kita masih hidup maupun sudah meninggal. Saat orang tua kita meninggal, Islam menyuruh kita melakukan amal kebaikan seperti : mendoakan orang tua, memandikan dan menshalatkan orang tua (sholat jenazah), memintakan ampun kepada Allah untuk kedua orang tua, membayar hutang-hutangnya, melaksanakan wasiat sesuai dengan syariat Islam, serta menyambung silahturahmi kepada kerabat yang dikenal oleh orang tua kita. 

Merayakan Hari Orang Tua (어버이날) berarti menjadikan hari itu sebagai yang special layaknya hari ulang tahun atau hari raya. Di dalam Islam, kita dilarang merayakan hari ulang ulang karena Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mencontohkan / menganjurkan kita merayakan hari ulang tahun.  Perayaan hari ulang tahun biasanya dirayakan oleh kaum non muslim, sehingga sebagai muslim kita dilarang untuk mengikuti kebiasaan tersebut khawatir menjadi tasyabuh. Maka sebaiknya kita menghindarinya agar tidak terjatuh dalam perbuatan maksiat atau berdosa.

Nabi shallallahu alaihi wasallam telah bersabda dalam hadits Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum (tasyabuh), maka dia termasuk dari mereka”. (HR. Abu Daud, hadist shahih)

Selain perayaan ulang tahun tadi, umat Islam dalam menetapkan suatu hari sebagai hari raya harus membutuhkan dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai dasar perbuatannya. Karena menetapkan hari raya yang tidak ada dalilnya merupakan perkara baru yang tercela. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

Siapa saja yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami sesuatu yang tidak ada di dalamnya, maka itu tertolak” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

 juga dalam hadist berikut ini :

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka amalan tersebut tertolak”. [HR. Muslim dalam Shahih -nya ]

Di dalam agama kita yang sempurna ini, hanya tercatat dua hari raya besar yang boleh kita rayakan, yaitu: Idul Fitri dan Idul Adha.

قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا فِيْ الجَاهِلِيَةِ وَقَدْ أَبْدَلَكُمُ اللهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا: يَوْمَ النَّحَرِ وَيَوْمَ الْفِطْرِ
Anas bin Malik berkata, bahwa ketika Rasulullah SAW datang ke Madinah, mereka (penduduk madinah) punya dua hari untuk bermain. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, dua hari apakah ini?, Mereka menjawab, “ketika bermain-main dalam dua hari tersebut dimasa jahiliyah.” Rasulullah SAW bersabda, sesungguhnya Allah telah menggantinya dengan yang lebih baik yaitu  hari Nahr (hari Idul Adha) dan  hari fithr (Idul Fitri)”.  (HR Bukhari Muslim) (Sunan Abu Dawud No 1134, Sunan Annasai no. 1556)

Selain hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, hari Jum’at juga merupakan hari raya dalan Islam. Salah satu hadist yang menyebutkan bahwa hari jum’at adalah hari raya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

يَوْمُ الْجُمُعَةِ يَوْمُ عِيدٍ فَلَا تَجْعَلُوا يَوْمَ عِيدِكُمْ يَوْمَ صِيَامِكُمْ إِلَّا أَنْ تَصُومُوا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ

Artinya : “Hari jum’at adalah hari raya. jangan jadikan hari raya kalian sebagai hari kalian berpuasa kecuali telah berpuasa hari sebelumnya atau sesudahnya.”

Di Indonesia sendiri, perayaan hari orang tua memang tidak ada. Namun setiap tanggal 22 Desember biasanya ditetapkan sebagai perayaan nasional Hari Ibu. Hari tersebut sebenarnya sama seperti perayaan lainnya pada Hari Bumi , Hari Anti Rokok, Hari Kebangkitan Nasional, Hari Buruh dan lain sebagainya.  Hari perayaan tersebut tidak boleh kita rayakan dengan suatu pesta/perayaan yang berlebihan. Namun hari-hari tersebut bisa kita gunakan sebagai momen saja. Misalnya, pada Hari Ibu kita menggunakan momen tersebut untuk mengadakan acara seminar terkait dengan pengasuhan anak (parenting) atau seminar pentingnya peran Ibu dalam menghasilkan generasi cemerlang dalam membangun negara, dll.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menyempurnakan agama Islam. Segala perkara telah diatur, dan disyari’atkan oleh Allah. Jadi, tidak ada sesuatu  yang baik, kecuali telah dijelaskan oleh Islam dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Demikian pula, tidak ada sesuatu yang buruk, kecuali telah diterangkan dalam Islam. Inilah kesempurnaan Islam yang dinyatakan dalam firman-Nya,

Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (TQS.Al-Maidah :3 ).

Oleh karena itu, sebagai bukti keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah  Subhanahu Wa Ta’ala maka cukuplah Rasulullah  shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai suri tauladan  kita dalam berbuat sesuatu. Jika memang Allah dan Rasulullah menetapkan kita untuk melakukan suatu amalan tertentu, maka wajib kita melakukannya tanpa perlu mencari alasan kenapa kita harus melakukan perbuatan tersebut. Sebaliknya jika Allah dan Rasulullah melarang kita melakukan suatu amalan tertentu, maka kita harus menghindari dan meninggalkannya dengan penuh ketaatan.

Kembali ke perayaan  Hari Orang Tua   (어버이날) di Korea Selatan tadi. Maka sikap kita (muslim) saat ada peringatan  어버이날,  maka kita tidak boleh ikut-ikutan merayakannya atau hadir di undangan perayaan tersebut. Kalau ingin membeli bunga carnation untuk dipajang di ruangan untuk memperindah rumah kita atau membeli cake carnation untuk dimakan bersama keluarga atau teman-teman tanpa bermaksud merayakan hari orang tua tersebut, maka masih diperbolehkan. Setiap negara memiliki kebudayaannya yang unik, begitupun dengan perayaan  어버이날 ini. Cukup kita menghargai kebudayaan mereka, dengan membiarkan orang Korea merayakannya dengan suka cita dan bahagia. Dan biarkan mata kita dimanjakan sejenak dengan melihat rangkaian bunga carnation  cantik  yang dijual di setiap sudut jalanan saat tanggal 8 Mei tersebut🙂

Seorang gadis muda membeli cake carnation (lucu bentuknya) untuk acara “ 어버이날 ” (Parents day)  di sebuah supermarket di Busan

Ibu-ibu asyik memilih bunga carnation untuk hadiah   어버이날 ” (Parents day) di kios bunga

Anak-anak sekolahan membeli bunga carnation di kios bunga E-mart Busan

Dua orang ibu (ajumma) menjual bunga carnation hasil kreasinya di depan pintu stasiun subway Guseo-Busan

Nabila nggak mau ketinggalan foto bareng bunga carnation yang cantik, dia suka yang bentuknya beruang🙂

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s