Cinta Ummu Sulaim Ra.

Standard

Oleh : Fahrur Rozy

Ada dua kata yang senatiasa ramai tuk diperbincangkan sekaligus sangat kompleks untuk dipahami; wanita dan cinta. Perpaduan  antar keduanya tentu akan menjadi semakin ramai dan kompleks untuk dikaji…:)

Disini kita akan memaknai dua kata tersebut dalam perspektif yang tidak biasa, perspektif istimewa. Karena kita akan berbicara tentang hakikat cinta yang sesungguhnya dari wanita mulia; salah seorang Sahabah Rasululloh Saw, Ummu Sulaim Ra.

 

Kisah hidup beliau menjadi pelajaran berharga bagi kita. Dari kisah beliau kita akan memperoleh gambaran tentang Ketaatan total 100% kepada Allah Swt, cinta tak terkira kepada Rasululloh Saw, Perjuangan serta Pengorbanan di jalan cinta.

Ummu Sulaim Ra. adalah seorang wanita dari  kaum Anshor. Beliau termasuk generasi awal yang menerima dakwah Islam. Ketika memeluk Islam, beliau bersuamikan Malik bin Nadzar yang masih musyrik, pintu hatinya tertutup dari hidayah sehingga kondisi tersebut menyebabkan keduanya bercerai. Ini adalah cobaan pertama atas kekuatan ’cinta’ Ummu Sulaim Ra terhadap agama barunya. Cintanya kepada Alloh swt dan Rasul-Nya Ia anggap jauh lebih berharga daripada cintanya kepada Suaminya, walaupun sang suami adalah belahan jiwa, dan ayah bagi putra Tunggalnya. Akhirnya Malik pun pergi meninggalkan sang istri -Ummu Sulaim Ra- dan juga kota Madinah.

Sikap Malik ini mengingatkan kita pada Hadits Rasul Saw, Sesungguhnya Madinah itu ibarat Tungku pandai besi, ia akan mengeluarkan orang-orang buruk yang ada didalamnya sebagaimana tungku menghilangkan karat pada besi.”  Tentu kejadian ini membuat Ummu Sulaim Ra teramat sedih, tetapi disisi lain justru peristiwa ini menjadikan Ummu Sulaim Ra semakin kokoh melangkah di jalan Alloh Swt.

Berbicara tentang Ummu Sulaim Ra adalah berbicara tentang pencapaian puncak kecintaaan hakiki di jalan Alloh swt dan Rasul-Nya. Beliau adalah Muslimah pertama yang menjadikan Keislaman (calon) suami sebagai mahar.

Beberapa lama setelah perpisahannya dengan Malik bin Nadzar, Abu Talhah al-Anshory Ra datang untuk meminangnya. Sementara waktu itu Abu Talhah masih dalam keadaan musyrik. Lalu, apa yang dikatakan oleh Ummu Sulaim Ra kepadanya? Sementara kita tahu ia lebih memililh cinta Alloh dan Rasul-Nya daripada cinta kepada Suami dan ayah dari anaknya?. Dalam keadaan Iman dan keyakinan yang memuncak, beliau menjawab  pinangan tersebut, ”wahai Abu Talhah bukankah engkau tahu Tuhan yang engkau sembah itu terbuat dari kayu?,” Abu Talhah menjawab, ”ya.” Ummu Sulaim Ra. lantas berkata, ”Tidakkah engkau malu menyembah kayu?”

Ummu Sulaim Ra berbicara dengan penuh keberanian tanpa keraguan dan kesulitan berbicara atau takut kepada Abu Talhah Ra yang merupakan seorang tokoh yang terkenal akan keberanian dan kedudukanya ditengah-tengah Masyarakat. Disamping sikap keberanian, Ummu Sulaim Ra. juga memiliki sifat kelemah-lembutan, beliau lantas melanjutkan perkataanya; Jika engkau mau memeluk islam, maka aku bersedia menikah dengan engkau. Aku tidak mengharapkan mahar selain Islam..!”

Subhanalloh…sebuah keputusan yang pantas dipuji, yang muncul dari hati dan cinta yang suci; Cinta semata-mata karena Alloh swt dan Rasul-Nya.

Kekuatan Cinta Ummu Sulaim Ra tak sebatas itu. Suatu hari beliau mendatangi Rasululloh Saw bersama putra semata wayangnya Anas bin Malik ra, yang saat itu baru berusia 10 th. Ummu Sulaim Ra berkata kepada Nabi Saw, ”wahai Rasululloh Saw aku membawa anakku ini untuk melayanimu.”  Rasululloh saw sangat terkesima dengan tawaran tersebut, beliau menerimanya dan mengajak Anas tinggal bersamanya. Ini adalah aktualisasi lain dari cinta hakiki Ummu Sulaim Ra. Bayangkan ia rela berpisah jauh dengan anak satu-satunya demi untuk membantu melayani Rasululloh Saw. Ia paham betul akan sabda Nabi Saw,

“Belum sempurna iman seorang diantara kalian hingga aku lebih dicintai daripada dirinya, anaknya, keluarganya, dan semua manusia” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Keputusan beliau tersebut sangat bijak dan terpuji. Puteranya Anas ra, menjadi pelayan terbaik Rasululloh Saw, ia senantiasa bersama Rasul Saw. Oleh karenanya ia hafal begitu banyak Hadits Nabi saw.

**

Teladan lain yang bisa kita ambil dari kehidupan Ummu Sulaim Ra terkait kesadaran dan pemahamannya tentang keharmonisan dan kebijaksanaan dalam rumah tangga.

Suatu ketika puteranya dari Abu Talhah ra telah meninggal karena sakit. ketika Abu Talhah pulang, dan belum mengetahui apa yang terjadi, ia bertanya kepada sang Istri, ”bagaimana kondisi Putra kita ?’ Ummu Sulaim Ra menjawab, ‘’Ia sekarang lebih tenang dari sebelumnya.’’ Abu Talhah mengira anaknya telah sembuh. Lalu Abu Talhah pun beranjak untuk makan, sementara Ummu Sulaim Ra mempercantik diri dan memakai wewangian untuk suaminya. Ia bermaksud untuk memberikan pelayanan terbaik untuk sang Suami. Baru Pada pagi harinya Ummu Sulaim Ra bercerita kepada suaminya, ’berharaplah pahala kepada Alloh wahai suamiku, putramu telah mininggal”

Betapa sedih Abu Talhah, lantas ia keluar pergi menemui Rasululloh Saw menceritakan kesedihannya. Rasululloh Saw lantas mendoakan kebaikan untuk mereka, Semoga Alloh memberkahi apa yang telah kalian lakukan semalam”

Tak berapa lama, Doa Rasululloh tersebut terwujud, Ummu Sulaim Ra melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Abdulloh, melalui Abdulloh ini lahir banyak keturunan-keturunan yang menjadi ‘Ulama dan penghafal Al-Qur’an.

Dari beliau kita tak hanya belajar tentang kekuatan cinta. Dalam hal perjuangan dan pengorbanan juga tidak kalah hebatnya. Belaiu sering ikut  Rasul Saw dalam banyak peperangan Jihad. Beliau berjuang dengan segenap kemampuannya sebagai seorang perempuan. Salah satu kisah Heroik beliau tergambar dalam perang ’sengit’ Hunain. kita tahu dalam perang hunain awalnya kaum muslim terdesak bahkan banyak diantaranya lari meninggalkan Nabi Saw. salah seorang sahabah yang bertahan melindungi Nabi adalah Ummu Sulaim ra. padahal ia seorang wanita.

Selain itu, beliau juga dikenal sebagai salah seorang penghafal Hadits yang mana banyak sahabat-sahabat besar semisal Zaid bin Tsabit Ra, Anas bin Malik Ra, dll meriwayatkan hadits dari beliau.

Wahai Ummu Sulaim Ra., semoga Ridho Alloh Swt senantiasa menaungimu. Sungguh engkau adalah teladan yang amat nyata bagi kami. Insyaalloh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s