Muslim Korea Selatan Berjuang Atasi Stereotip Negatif Media

Standard

Muslim Korea Selatan seusai menjalankan sholat jum'at di Masjid Itaewon, Seoul-Korea Selatan

Berusaha menampilkan hakikat iman mereka, sebuah komunitas Islam yang beragam di Korea Selatan sedang berjuang untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh stereotip media.

“Ada wajah Islam yang sebenarnya, tetapi tidak terlihat di media,” kata Shariq Saeed, warga Pakistan yang sudah sembilan tahun di Seoul, kepada Korea Times pada Jumat lalu.

“Islam yang benar adalah apa yang kita lihat di sekitar kita di sini: sesama saudara berbagi dalam damai.”

Setiap hari Jumat sore, Saeed adalah salah satu jamaah yang menjawab panggilan adzan untuk shalat yang keluar dari Masjid Pusat Seoul.

Masjid Pusat Seoul merupakan masjid terbesar di Korea dan dibangun pada tahun 1974 dengan dukungan dari Arab Saudi.

Populasi Muslim Seoul menggambarkan keragaman Islam.

Komunitas muslim terbentuk di sekitar Masjid Pusat Seoul terdiri dari jamaah dari Timur Tengah, Asia Selatan dan Tenggara, dan Afrika.

Meskipun hidup damai selama bertahun-tahun di Korea, komunitas Muslim mengeluhkan stereotip yang mereka hadapi dalam penggambaran media terkait iman mereka, yang mempengaruhi cara mereka yang bisa dirasakan dalam masyarakat.

“Media menunjukkan muslim sebagai orang miskin yang berkelahi satu sama lain, tapi itu bukan fakta kebenaran,” kata Mohd Fakrul, mahasiswa pertukaran asal Malaysia.

“Kadang-kadang ketika saya memberitahu orang-orang saya seorang Muslim mereka agak curiga.”

Di masjid, Fakrul mengatakan komunitas Muslim beragam mencerminkan sifat sejati Islam.

Mencari platform unik untuk mempraktekkan iman mereka dalam komunitas yang beragam di Seoul, banyak tantangan yang masih dihadapi kaum Muslimini di negara ini.

“Di Malaysia kami memiliki banyak masjid, tapi di Seoul hanya ada satu masjid,” kata Mohd Fakrul, mahasiswa pertukaran dari Malaysia.

“Jika kita perlu shalat zhuhur, sangat sulit untuk menemukan tempat yang tepat.”

Jeon Seung-joon, seorang Muslim Korea yang menemukan Islam di Irlandia, mengatakan bahwa makanan halal juga menjadi tantangan lain bagi agama minoritas.

“Makanan sangat sulit, karena saya suka daging tapi hanya bisa makan produk yang halal.”

Namun, umat Islam lain menemukan kesempatan besar untuk bergerak lebih dalam keimanan mereka dan berbagi dengan orang Korea, yang umumnya terbiasa dengan Islam.

“Di sini saya merasa lebih berkewajiban untuk memenuhi kewajiban saya sebagai seorang Muslim dan jika saya bertemu orang saya dapat berbagi informasi tentang Islam dengan mereka,” kata Ammar, yang juga dari Malaysia.

Menurut Korea Muslim Federation (KMF), yang didirikan pada 1967, ada sekitar 120.000 sampai 130.000 Muslim yang tinggal di Korea Selatan, baik pribumi dan orang asing.

Mayoritas penduduk terdiri dari pekerja migran asal Pakistan dan Bangladesh.

Jumlah Muslim asli Korea diperkirakan mencapai sekitar 45.000 orang.

Sumber tulisan :

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/muslim-korea-berjuang-atasi-stereotip-negatif-media.htm

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s