Muslim Indonesia di Masjid Al-Fattah, Busan

Standard

Berfoto bersama setelah sholat dhuhur di Masjid Al-Fattah Busan

     

Oleh : Shinta Rini        

Jumlah Muslim Indonesia di Busan,Korea Selatan sangatlah banyak. Kebanyakan dari mereka adalah para pekerja (TKI dan TKW) yang bekerja di bidang industri Korea. Sebagian lainnya adalah para mahasiswa dan mahasiswi yang menuntut ilmu di perguruan tinggi seperti Pusan National University, Pukyong National University dan Kyungsung University. Semua yang berkumpul di Masjid AL-Fattah Busan adalah orang-orang dari Sabang sampai Merauke.

Sebagai minoritas muslim di Busan, hal ini mendorong muslim dan muslimah Indonesia untuk saling mengikatkan dan menguatkan persaudaraan dan ukhuwah selama tinggal di Busan. Kejenuhan dan kegersangan rohani sepanjang waktu selama seminggu saat bekerja dan belajar mampu luruh ketika kami berkumpul bersama di Masjid Al-Fattah Busan. Di Masjid ini ada organisasi independent yang bernama Persaudaraan Umat Muslim Indonesia Al-Fatah (Pumita) yang didirikan pada 19 Agustus 2001. Organisasi inilah yang mengkoordinasikan seluruh muslim Indonesia selama di Busan, baik melalui kegiatan yang dilaksanakan di Masjid maupun kegiatan di luar Masjiid. Ada banyak sekali kegiatan yang diadakan rutin oleh Pumita ini.

 Setiap minggunya selalu diadakan kegiatan yang padat ilmu dan ibadah. Sejak selesai sholat shubuh, biasanya ada tausiyah pagi, pagi hari hingga siang hari ada kegiatan bebas seperti olahraga bersama maupun pelajaran seperti bahasa Arab, bahasa Korea, kewirausahaan, Komputer dan lain-lain. Siang harinya ada sholat dhuhur berjamaah dilanjutkan dengan tausiyah dan ceramah hingga sholat magrib tiba. Khusus minggu pertama setiap bulannya, biasanya Pumita akan mengadakan yasinan bersama.

Ustadz-ustadz yang mengisi tausiyah dan ceramah pun tidak jauh dari para pekerja dan mahasiswa yang tinggal di Busan. Kebanyakan dari para pekerja adalah lulusan pesantren saat tinggal di Indonesia, sehingga mereka pun sudah terbiasa memberikan ceramah dan tausiyah selama belajar di pesantren.

Selain kegiatan mingguan dan bulanan, Pumita juga mengadakan wisata rohani setiap 3 kali setahun. Pertama saat Solal (perayaan masa tanam di Korea, biasanya 3 hari libur nasional), Kedua saat bulan kelima, yaitu bulan Mei dan ketiga saat Chuseok (perayaan masa panen di Korea, libur 3 hari nasional). Khusus Chuseok, biasanya Pumita akan bekerjasama dengan lembaga dakwah masjid lainnya untuk mengadakan Tabligh Akbar dengan mendatangkan ustadz-ustadz kondang dari Indonesia.

Alhamdulillah melalui kegiatan-kegiatan tersebut, kami yang selalu bertemu saudara muslim lainnya di Masjid Al-Fattah Busan merasakan seperti keluarga sendiri. Perasaan ini mampu menumbuhkan semangat dan optimis selama jauh dari keluarga di kampung halaman. Keakraban pun makin dekat saat acara makan bersama setelah tausiyah dan ceramah ba’da sholat dhuhur. Seperti pepatah orang Jawa “mangan ora mangan sing penting ngumpul”. Makan apapun jadi nikmat kalau makannya di nikmati bersama, senampan tujuh orang. Makan siang ini tentu saja menunya masakan Indonesia yang bisa mengurangi kerinduan kami dengan Indonesia tercinta. Mbak-mbak keputrian yang baik hati selalu memasakkan menu-menu Indonesia yang sedap dan nikmat.

Acara makan bersama ini juga terasa special saat ada hajatan di Masjid, misalnya saat ada saudara yang menikah, saat ada yang merayakan hari lahirnya, saat ada saudara yang pulang dari tanah suci Mekkah, dan saat perpisahan saudara yang pulang ke Indonesia. “Alhamdulillah, nikmat Tuhan mana yang aku dustakan”.


Mendengarkan tusiyah dan ceramah ba’da sholat dhuhur

Pernikahan Ketua Pumita dengan ketua Keputrian (mas arifin dan Novie)🙂

Sholat dhuhur berjama’ah ketika Wisata Rohani di Shilla Millenium Park

Menjemput saudara yang pulang dari Tanah Suci Mekkah

Bershalawat sambil bersalaman setelah yasinan bersama

Pembuatan SIM untuk orang Indonesia dari Kepolisian Korea

Wisata Rohani di atas salju

Sholat Idul Fitri berjama’ah

Mendengarkan Khutbah Idul Adha

Makan bersama

6 responses »

  1. Assalamu’ alaikum Wr.Wb
    Mba Shinta, minggu lalu saya berkunjung ke Busan bersama rombongan. Sebenarnya saya ingin bikin tulisan komunitas Islam di Korsel, khususnya di Busan. Tapi karena acara utamanya padat, saya gak sempat cari bahan tulisan seperti yang saya inginkan. Apalagi udaranya dingin sekali. Minta ijin kalau materi tulisan mbak dan foto2 nya ada beberapa yang sama pakai.
    Saya tiga hari di Busan, nginep di Hotel Ibis dekat pasar bawah tanah Soemyeon (kalau gak salah tulisannya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s