Tafsir Ulama terhadap surah Al Bayyinah ayat 1

Standard

Oleh : Riyan Zahaf

 

Imam Ibnu Katsir rahimahullah

﴿لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَـبِ﴾

Sungguh, Allah subhana wa ta’ala telah memerintahkan-ku untuk membacakan kepadamu (“Orang-orang kafir dari kalangan ahlul kitab”). Ubayy berkata, “dia (Allah subhana wa ta’ala) menyebut aku dengan suatu sebutan kepada mu”. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa salam berkata, “Benar”. Sehingga dia (Ubayy) menangis.

Imam bukhari, Muslim, At-Tarmidhi, dan Nasa’i semuanya meriwayatkan hadist ini dari Shu’bah radhiyallaahu ‘anhu.

لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ
Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,“[Al-Bayyinah:1]

Orang-orang ahlul kitab, yaitu mereka adalah Yahudi dan Nasrani, dan Musyrikin yaitu penyembah patung dan api baik dari kalangan arab maupun non arab. Mujahid berkata, mereka tidak akan:

﴿مُنفَكِّينَ﴾
meninggalkan“..

Berarti, mereka tidak akan dibinasakan hingga kebenaran menjadi jelas bagi mereka. Qatadah, juga mengatakan hal yang sama.

﴿حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ﴾
Hingga datang kepada mereka bukti yang nyata

Artinya adalah Al Qur’an ini.

﴿إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَـبِ وَالْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَـلِدِينَ فِيهَآ أَوْلَـئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.“[Al-Bayyinah:6]

Allah subhana wa ta’ala memberitahukan apa yang akan terjadi terhadap orang-orang kafir pembangkang diantara orang-orang ahlul kitab dan orang-orang musyrik yang menentang terhadap Allah subhana wa ta’ala yang menurunkan kitabullah, dan terhadap Nabi-Nya. Dia Berfirman bahwa mereka akan masuk kedalam neraka pada hari Pembalasan dan mereka akan kekal didalamnya selama-lamanya. Ini berarti bahwa mereka akan tetap seperti itu, dan mereka tidak akan memiliki jalan keluar, dan tetap akan diam di dalamnya.(na’udzubillaahi min dzalik)

Syaikh Dr. Muhammad Husain Abdullah, kitab Mafahim Islammiyyah, Bab Siapakah orang Muslim itu?

Sedangkan sudut pandang dan sisi syar’i, maka sesungguhnya Allah subhana wa ta’ala telah mengutus Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa salam kepada semua manusia dengan menyeru mereka supaya meninggalkan agama-agama yang telah dipeluknya. baik agama-agama samawi atau non samawi. Dan agar manusia mengambil Islam sebagai agama mereka, maka siapa saja menerimanya, berarti Ia orang Islam, dan siapa saja tidak menerimanya, maka ia menjadi orang kafir, baik orang Yahudi, atau orang Nasrani atau orang musyrik. Allah subhana wa ta’ala berfirman:

لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ
Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,“[Al-Bayyinah:1]

Kata مُنْفَكِّينَ bermakna memisahkan/meninggalkan kekufuran, dan kata الْبَيِّنَةُ bermakna Islam. Dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa salam bersabda:
Aku diperintahkan supaya memerangi manusia sampai mereka berkata Tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad utusan Allah lalu apabila mereka telah mengucapkannya, maka mereka telah terjaga dariku darah harta mereka kecuali dengan haknya”.

Hadis riwayat Abu Hurairah radhiyallaahu:
Bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa salam bersabda: Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan: Laa ilaaha illallah, barang siapa telah mengucapkan: Laa ilaaha illallah, maka harta dan dirinya terlindung dariku, kecuali dengan sebab syara, sedangkan perhitungannya (terserah) pada Allah.” (Shahih Muslim No.30)

Maka semua manusia telah dituntut sehingga mereka tidak diperangi orang-orang muslim yaitu memeluk agama Islam ATAU TUNDUK pada hukum-hukum Islam dan mereka dibiarkan tetap atas agama mereka. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa salam juga bersabda:

Demi dzat yang jiwa Muhammad tetap dalam kekuasaan-Nya. tidaklah seseorang dan ummat ini mendengar dengan (kerasulanku), Yahudi atau Nashrani, kemudian dia mati dalam keadaan tidak beriman dengan agama dimana aku diutus dengannya, kecuali dia menjadi penduduk neraka”.

Dan Allah Subhana wa ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Siapa siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklali akan diterima (agama itu) darinya. dan dia diakhirat termasuk orang orang yang rugi”. (QS. Ali Imran: 85)

Dalil-dalil yang datang sangat banyak dan pasti, menunjukkan bahwa sesungguhnya Islam adalah agama yang telah diturunkan oleh Allah kepada Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa salam dan sesungguhnya manusia, semuanya, sampai hari kiamat diajak untuk memeluk agama Islam ini dan diseru dengan hukum-hukumnya. Maka siapa saja memeluk Islam, ia adalah muslim, dan siapa yang tidak memeluk Islam, maka ia adalah kafir, secara pasti.

Sesungguhnya setiap orang yang berkeyakinan bahwa orang Yahudi atau Nashrani atau lainnya setelah Islam sampai kepada mereka adalah orang-orang mu’min, atau muslim atau termasuk penduduk surga, maka adalah kafir dan keluar dan agama Islam, karena ia dengan keyakinannya itu telah mengingkari nash-nash syari’at yang pasti sumbernya dan pasti pengertiannya. Ia harus kembali dan keyakinannya itu dan beristighfar kepada Allah, kalau tidak, ia telah menjadi kafir dan menjadi penghuni neraka kalau ia mati tetap seperti itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s